BP3TKI Jakarta Melepas 8 PMI Melalui Skema SP2T ke Taiwan

  • Diposting pada 2020-02-05 15:49:10

Jakarta, BP2MI (04/02/2019) – Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) melalui Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Jakarta memberangkatkan 8 (delapan) orang Pekerja Migran Indonesia (PMI)  melalui ke Skema Mandiri atau disebut Special Placement Program to Taiwan (SP2T) Angkatan VI.

Keberangakatan 8 (delapan) orang PMI dilepas oleh Deputi Penempatan, Teguh Hendro Cahyono di Ruang Rapat BP3TKI Jakarta, Selasa (04/02/2019). Seluruh PMI yang berangkat ini telah mengikuti tes seleksi wawancara secara langsung melalui skype pada November 2019 di Jakarta dan Medan. PMI tersebut berasal dari Jakarta sebanyak 1 (satu) orang, Medan sebanyak 1 (satu) orang, Sulawesi sebanyak 1 (satu) orang dan Jawa Tengah sebanyak 5 (lima) orang.

Kepala BP3TKI Jakarta, Mocharom Ashadi, menyebutkan bahwa seluruh seluruh PMI yang berangkat akan bekerja sebagai Operator di Perusahaan Shingkong Textile Co., Ltd, Taiwan.

“BP3TKI Jakarta telah memberangkatkan 11 orang PMI dan mendapat laporan bahwa mereka nyaman dan tidak memiliki masalah selama berada disana. Untuk itu, kami berharap kalian juga begitu,” ujar Mocharom.

Lebih lanjut Mocharom menjelaskan, program SP2T ini bebas dari biaya penempatan, PMI hanya dibebankan biaya pengurusan dokumen yang melekat pada diri PMI (Paspor, Medical Check Up, dsb) dan biaya tersebut akan diganti oleh perusahaan setibanya disana untuk bekerja.

“Biaya penempatan sangat ringan dibandingkan dengan penempatan yang dilakukan oleh P3MI-Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia. Beberapa PMI re-entry Taiwan yang mengikuti Program SP2T juga telah merasakan betapa istimewanya program ini,” jelas Mocharom.

Pelepasan secara simbolik dilakukan oleh Deputi Penempatan, Teguh Hendro Cahyono, yang juga memberikan arahan kepada para PMI yang akan berangkat. Ia mengapresiasi para PMI yang akan berangkat ini karena telah memilih jalur prosedural untuk bekerja, meskipun jalur ini membutuhkan perjuangan yang cukup panjang.

Selain itu, Teguh juga berterimakasih atas kerja keras dari Direktur Penyiapan dan Pembekalan Pemerintah, Ahnas, dan Kepala BP3TKI Jakarta, Mocharom Ashadi, yang telah membangun sistem penempatan yang mengakomodasi permintaan dari pengusaha di Taiwan, namun tidak memungut biaya dari CPMI.

“Meskipun terdapat banyak kesulitan-kesulitan yang masih dihadapi, namun pemerintah telah hadir untuk membantu para CPMI lewat jalur SP2T ini. Harapannya, jalur ini juga akan menjadi program G to P (Government to Private) dengan cara pemerintah melakukan kerjasama atau MOU dengan pihak pengusaha,” ujar Teguh.

Teguh berharap pihak KDEI kedepannya dapat membantu berkoordinasi pada para pihak di Taiwan mengenai niatan ini, sehingga kedepannya PMI bisa lebih terlindungi.*** (Humas/AH/FAS)