BP3TKI Jakarta Fasilitasi Penyerahan Klaim Asuransi 256 Juta Rupiah

  • Diposting pada 2018-12-23 13:02:09

Jakarta, BP3TKI Jakarta, Jumat (14/09) – BP3TKI Jakarta fasilitasi penyerahan klaim asuransi dan pemberian sisa hak kerja Pekerja Migran Indonesia ABK an Adi Sefrian senilai 256 juta rupiah pada Jumat (14/09) di Kantor BP3TKI Jakarta.

Adi Seftian merupakan ABK dari negara penempatan Taiwan yang berangkat melalui PT. Righi Marine Internasional dan meninggal pada tahun 2017 lalu karena sakit. Desember 2017, pihak BP3TKI Jakarta kala itu telah memulangkan jenazah PMI dan memberikan santunan bela sungkawa sebesar 2,5 juta rupiah kepada ahli waris yakni Ibunya, Ahyana.

Tidak berhenti sampai disitu, BP3TKI Jakarta melalui seksi perlindungan dan pemberdayaan, selalu memantau perkembangan klaim asuransi dan sisa gaji Adi melalui PT. Righi Marine Internasional.

Hadir dalam kegiatan fasilitasi penyerahan klaim asuransi, Deputi Bidang Perlindungan BNP2TKI, Kepala BP3TKI Jakarta, Direktur PT. Righi Marine Internasional, dan ahli waris yakni ayah, ibu dan kedua adik almarhum.

Deputi Bidang Perlindungan BNP2TKI, Dr. Anjar Prihantoro BW, SE, MA menjelaskan bahwa setiap PMI hendaknya berangkat secara procedural sehingga tercatat dan mudah dipantau.

“Semua PMI berangkat dengan benar sesuai prosedur sehingga tercatat dapat kita dapat mudah memantau dan meminta hak jika terjadi hal yang tidak diinginkan”, jelas Anjar.

Kepala BP3TKI Jakarta, Mucharom Ashadi menjelaskan bahwa peran pemerintah adalah mengawal hingga hak-hak PMI terpenuhi.

“Salah satu tugas pemerintahan untuk mengawal apa yang menjadi hak-hak PMI terpenuhi. Saya harap keluarga dapat memanfaatkan sebaik-baiknya apa yang telah diterima ini” ungkapnya.

Pihak keluarga tidak dapat berkata banyak karena masih mengingat mendiang sehingga ketika acarapun, ibu Ahyana masih berderai airmata.

Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan BP3TKI Jakarta, Zuni Ariffiyanto memberikan dukungan kepada pihak keluarga di akhir acara. Menurutnya keluarga harus tetap menjalani kehidupan dengan lebih baik.

Menurut pihak keluarga, rencananya, uang hasil asuransi kematian dan sisa gaji PMI Adi Seftian akan digunakan untuk merenovasi rumah sesuai dengan keinginan almarhum semasa hidup. (Humas/pw)